TopNews, Ketapang – Rumah wartawan di Kabupaten Ketapang, Adang Hamdan, didatangi sejumlah relawan Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Delta Pawan, Kelurahan Mulia Baru. Kedatangan sejumlah relawan tersebut disebut berujung pada keributan di kediaman Adang Hamdan pada Selasa (4/8/2026).
Peristiwa tersebut terjadi ketika sejumlah relawan Dapur MBG mendatangi rumah Adang Hamdan. Dalam kejadian itu, istri Adang Hamdan mengaku mengalami tindakan yang membuat dirinya dan keluarga merasa ketakutan.
Menurut keterangan istri Adang Hamdan, saat kejadian dirinya berada di dalam rumah. Ia kemudian hendak keluar untuk mengantar anaknya pergi les. Namun, ketika hendak keluar rumah, keributan mulai terjadi.
Ia mengaku salah seorang relawan MBG sempat menarik pakaian yang dikenakannya. Selain itu, aliran listrik di rumahnya juga disebut sempat dipadamkan dengan cara mematikan KWH.
“Saya sampai diserang, baju saya ditarik-tarik,” ujar istri Adang.
Ia menyayangkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa jika memang terdapat persoalan yang berkaitan dengan Adang Hamdan maupun keluarganya, seharusnya persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur yang berwenang, bukan dengan mendatangi rumah serta membuat keributan.
“Kalau memang ada urusan atau masalah dengan suami saya, jangan serang rumah kami. Kalau ada persoalan, silakan sampaikan dan selesaikan ke pihak yang berwenang. Jangan sampai kami yang tidak tahu-menahu ikut menjadi korban,” ungkapnya.
Ia juga mengaku merasa tidak terima dengan kejadian yang dialaminya. Terlebih, dirinya dan keluarga merasa ketakutan akibat keributan tersebut.
“Kami tidak terima sampai dibuat seperti ini. Kalau memang ada masalah, silakan tempuh jalur yang benar. Sampaikan kepada pihak yang berwenang atau pihak berwajib, biar sama-sama kita selesaikan dengan baik dan jelas persoalannya,” tegasnya dengan kesal.
Menurutnya, tindakan mendatangi rumah dan membuat keributan bukan merupakan cara yang tepat untuk menyelesaikan persoalan.
“Saya juga tidak tahu-menahu kalau ada persoalan. Jangan karena ada masalah dengan orang lain, kemudian rumah kami didatangi dan keluarga saya dibuat takut. Kalau memang ada masalah, mari kita selesaikan melalui pihak yang berwenang,” katanya.
Selain mengaku bajunya ditarik, istri Adang Hamdan mengatakan aliran listrik di rumahnya sempat dipadamkan saat keributan berlangsung.
“Bahkan KWH rumah langsung dimatikan. Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama atau sampaikan kepada pihak berwajib. Jangan lagi terjadi hal seperti ini, karena kami juga ingin merasa aman dan nyaman di rumah sendiri,” cetusnya.













