TopNews, Kayong Utara — Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap menjadi perhatian serius di Kabupaten Kayong Utara. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu jarak pandang dan kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kayong Utara, Muhammad Saupi, mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan anak selama kondisi udara masih kurang baik.
Menurut Saupi, aktivitas anak di luar rumah sebaiknya dibatasi guna mengurangi risiko terpapar asap dan polusi udara.
“Orang tua diharapkan memastikan anak menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan. Jika anak mulai mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih, atau gangguan kesehatan lainnya, masyarakat diminta segera mengambil langkah penanganan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” terang Saupi, Rabu (19/8/2026).
Selain menjaga kesehatan keluarga, Saupi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan yang dapat memperparah kondisi kabut asap serta menurunkan kualitas udara.
“Kepedulian dan kerja sama seluruh masyarakat dapat membantu melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak, dari dampak buruk pencemaran udara. Mari bersama menjaga lingkungan, lindungi anak-anak, dan tetap waspada selama kualitas udara belum kembali normal,” tambahnya.
Dia berharap, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melindungi anak dapat terus ditingkatkan, terutama selama kondisi kualitas udara belum membaik.












