Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Kemarau Panjang, KIPP dan BPBD Kayong Utara Salurkan Satu Juta Liter Air Bersih

6
×

Kemarau Panjang, KIPP dan BPBD Kayong Utara Salurkan Satu Juta Liter Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Foto: Warga Dusun Medan Jaya mengantri di tempat penyaluran air bersih oleh Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kayong Utara.

TopNews, Kayong Utara — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kayong Utara menyebabkan sejumlah sumber air masyarakat mengering. Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Menyikapi situasi tersebut, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara menyalurkan bantuan air bersih dengan akumulasi mencapai satu juta liter, Rabu (21/10/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta akses menuju lokasi. Distribusi dilakukan melalui jalur darat maupun air, menyesuaikan kondisi geografis dan ketersediaan akses di masing-masing wilayah.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Dusun Karya Makmur, Desa Medan Jaya. Sejumlah sumur dan parit yang selama ini menjadi sumber air warga dilaporkan mengering. Akibatnya, masyarakat terpaksa mencari sumber air alternatif, mulai dari membeli air bersih hingga mengambil air gambut dari wilayah lain.

Warga Desa Medan Jaya, Supari, mengatakan kondisi tersebut menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama untuk mendapatkan air bersih yang layak digunakan.

“Selama musim kemarau ini, ketersediaan air sangat kurang. Sumur-sumur maupun parit sudah tidak ada airnya. Kami sangat membutuhkan bantuan air bersih seperti ini,” ujar Supari.

Ia memperkirakan bantuan air yang diterima hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarganya selama tiga hingga empat hari, bergantung pada jumlah anggota keluarga dan pemakaian air. Karena itu, ia berharap penyaluran bantuan dapat terus berlanjut apabila kondisi kekeringan masih berlangsung.

Hal senada disampaikan Kepala Dusun Karya Makmur, Desa Medan Jaya, Budiono. Dia menyebut ketersediaan air untuk konsumsi menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Sementara itu, air yang masih tersedia di sejumlah lokasi sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi.

Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri, menjelaskan bahwa distribusi bantuan diprioritaskan ke wilayah yang mengalami kekeringan dengan mempertimbangkan ketersediaan sarana transportasi dan personel pendukung.

Menurutnya, kondisi akses di sejumlah wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyaluran. Oleh sebab itu, penggunaan transportasi darat maupun air disesuaikan dengan kondisi lapangan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kerja sama tersebut, dukungan distribusi air bersih dari KIPP mencakup sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Sukadana, Kecamatan Simpang Hilir, dan Kecamatan Pulau Maya.

Adapun desa-desa yang telah dijangkau meliputi Pemangkat, Medan Jaya, Pulau Kumbang, Teluk Batang, Padu Banjar, Sei Mata-mata, Teluk Melano, Sei Paduan, Simpang Tiga, dan Nipah Kuning. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat serta kondisi di masing-masing wilayah.

Fathul menegaskan, bahwa keterlibatan berbagai pihak sangat penting dalam mendukung penanganan kekeringan, terutama ketika kebutuhan air bersih masyarakat masih tinggi dan musim kemarau belum sepenuhnya berakhir. Kerja sama antara BPBD dan KIPP dinilai membantu memperluas jangkauan distribusi sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Sementara itu, External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama menghadapi musim kemarau.

“Kami memahami ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan. Karena itu, KIPP bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara untuk membantu penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya untuk keperluan minum dan memasak selama musim kemarau berlangsung,” ujar Sugeng.