TOPNEWS, Ketapang – Sebuah spanduk merah bertuliskan tegas “DICARI” berisi nama empat petinggi PT Budidaya Agro Lestari (BAL) – bagian dari Minamas Group terpasang di pinggir kawasan perkebunan Desa Pelanjau Jaya, Kecamatan Marau. Keberadaannya langsung menyita perhatian siapa saja yang melintas.
Tindakan ini bukan sekadar seruan, melainkan bentuk kekecewaan nyata warga yang masih berjuang menyelesaikan sengketa lahan yang berlangsung lama. Warga mengakui memasang spanduk itu karena sulit menjangkau pengambil keputusan; sejauh ini komunikasi hanya berjalan dengan staf lapangan tanpa hasil yang memuaskan.
“Kami hanya ingin bertemu langsung. Selama ini kami kesulitan mendapat penjelasan pasti dari pihak yang berwenang,” ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Pihak yang paling ditunggu kehadirannya adalah Yustinus Lambang Setyo Putro, selaku Presiden Direktur perusahaan. Menurut tokoh masyarakat, berbagai aspirasi sudah disampaikan, namun belum ada kepastian yang adil bagi pemilik hak tanah yang menjadi objek perselisihan.
“Kami berharap Bapak Yustinus turun langsung ke wilayah Leapadang, menjelaskan duduk perkara dan mempertanggungjawabkan semuanya. Kami tidak butuh janji dari perwakilan, kami butuh kejelasan,” tegasnya.
Warga menegaskan aksi ini dilakukan secara damai, semata‑mata untuk membuka jalan dialog terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PT BAL maupun nama‑nama yang tercantum dalam spanduk. Masyarakat berharap masalah ini segera diselesaikan dengan adil dan transparan, agar tidak berkembang menjadi konflik yang makin memanas di wilayah Ketapang.













