Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerahNews

Disorot Media, Akhirnya Martin Kembalikan Mobil Dinas

2083
×

Disorot Media, Akhirnya Martin Kembalikan Mobil Dinas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mobil Dinas

TOPNEWS, Ketapang – Nama Martin Rantan sempat menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Sebab, mantan Bupati Ketapang dua periode itu masih enggan mengembalikan mobil mewah milik Pemkab Ketapang.

Padahal, massa jabatannya telah berakhir sejak Februari 2025 yang lalu, dan seharusnya mobil Toyota Land Cruiser Prado seharga 1.9 miliar milik Pemkab Ketapang itu dikembalikan.

Setelah masalah ini diberitakan dan mencuat ke publik, Bapak dari anggota DPRD Ketapang Maria Raissa Sofia Rantan itu, akhirnya dikabarkan mengembalikan mobil dinas tersebut pada Asisten III Administrasi  Umum Setda Ketapang.

Dari Informasi yang didapat, pengembalian mobil dinas itu dikembalikan pada malam hari. Kemudian untuk memastikan kebenarannya, wartawan mencoba menkonfirmasi ke asisten Bagian Umum Setda Ketapang, kapan dan waktu pengembalian mobil berplat merah tersebut.

“Mungkin tunggu senin jak bang informasi karna(karena )akan ada serah terima asset tsb( tersebut )dari pak sekda di jadwal kan pada saat apel atau setelah apel senin” kata Devy kepada wartawan melalui chat WhatsApp. Kamis(17/04/25).

Diketahui, Mobil Dinas yang digunakan Martin sejak tahun 2022 yang lalu tersebut dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

PT Bukit Aurum Sejahtera dipercaya sebagai pemenang tender, perusahaan yang beralamat di Jalan. Urip Sumoharjo NO 26 RT/ RW 002/001 Kaliobo Kota Kediri – Jawa Timur itu mengajukan penawaran dengan harga Rp. 1.949.990.020.00 dari HPS Rp. 1.950.000.000.00 dan dinyatakan LULUS oleh Pokja BPBJ 0120 LPSE Kabupaten Ketapang pada 13 Desember 2021 yang lalu.

Pengadaan mobil dinas untuk kepala Daerah dimasa pemerintahan Bupati Martin itu sempat jadi sorotan publik, karena dianggap tak peka dan bijak dalam mengelola APBD. Pasalnya, sebesar Rp 1.9 miliar lebih anggaran APBD perubahan tahun 2021 digunakan untuk membeli mobil mewah pejabat.

Maka dari itu banyak yang menilai pembelian mobil tersebut telah melukai perasaan warga Ketapang, karena saat itu ditengah kondisi keuangan daerah diharuskan menangani masalah pandemi covid-19 serta keadaan infrastruktur.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Ketapang, Junaidi Wirawan, membenarkan bahwa mobil dinas tersebut masih berada di rumah mantan bupati. Ia mengatakan pihaknya telah melakukan pendekatan secara kekeluargaan untuk meminta pengembalian kendaraan.

“Kami sudah datang bersilaturahmi ke rumah Pak Martin untuk meminta pengembalian kendaraan tersebut, tapi kami tidak bisa memaksa. Kami sangat menghargai beliau sebagai orang tua dan mantan pemimpin Ketapang dua periode,” ungkap Junaidi kepada wartawan, Kamis (10/4/25).