TopNews, Ketapang – Antrian panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang kembali menjadi sorotan masyarakat. Hingga malam hari, barisan kendaraan roda dua maupun roda empat masih terlihat mengular menunggu giliran untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), Selasa (21/7/2026).
Kondisi tersebut memicu keluhan warga karena dinilai telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Antrian yang terus berulang bahkan dianggap bukan lagi sebagai persoalan sesaat, melainkan masalah yang memerlukan perhatian dan penanganan serius dari pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap distribusi BBM di Kabupaten Ketapang.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrian tidak hanya terjadi pada jam-jam sibuk, tetapi terus berlanjut hingga malam. Banyak pengendara harus menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM, bahkan sebagian memilih tetap bertahan di lokasi karena khawatir tidak memperoleh bahan bakar apabila berpindah ke SPBU lain.
Lamanya antrian tidak hanya menguras waktu masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap berbagai aktivitas ekonomi. Para pekerja, pelaku usaha, pengemudi angkutan barang, pengemudi ojek, hingga masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk beraktivitas setiap hari mengaku dirugikan akibat waktu yang terbuang hanya untuk mengantri.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat mendesak PT Pertamina Patra Niaga bersama pihak penyalur (jobber) BBM di Kabupaten Ketapang agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM.
Warga berharap, penyaluran BBM ke seluruh SPBU dilakukan secara merata, tepat waktu, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah agar tidak terjadi penumpukan antrian di SPBU tertentu.
Menurut mereka, distribusi yang merata merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi antrian panjang yang hampir setiap hari terjadi di sejumlah SPBU.
Salah seorang warga, Dwi (30), yang ikut mengantri di SPBU mengaku kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Setiap hari kami harus mengantri berjam-jam. Sampai malam pun antrian masih panjang. Kami berharap Pertamina Patra Niaga bersama pihak jobber segera mengambil langkah nyata agar kondisi seperti ini tidak terus berulang,” ujarnya.
Keluhan senada juga disampaikan Agus (36), warga Ketapang. Ia berharap distribusi BBM dapat dilakukan secara lebih merata agar masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh bahan bakar.
“Kami hanya ingin BBM mudah didapat. Kalau distribusinya merata ke semua SPBU, masyarakat tidak perlu keliling mencari BBM atau menghabiskan waktu berjam-jam di antrian. Semoga ada solusi secepatnya,” tuturnya.
Selain meminta pemerataan distribusi, Agus juga berharap adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap proses penyaluran BBM.
Menurutnya, pengawasan penting dilakukan guna memastikan pasokan BBM benar-benar tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak menimbulkan kelangkaan di sejumlah SPBU.













