TopNews – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Ketapang. Kekhawatiran warga muncul setelah stok BBM di sejumlah warung eceran atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai warung bibik tidak tersedia dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut memunculkan anggapan di tengah masyarakat bahwa pasokan BBM di Kabupaten Ketapang sedang mengalami kelangkaan. Padahal, berdasarkan pantauan di lapangan, stok BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih tersedia dan masyarakat tetap dapat melakukan pengisian seperti biasa.
Sejumlah warga menilai anggapan mengenai kelangkaan BBM lebih dipengaruhi oleh kosongnya stok di warung eceran dibandingkan kondisi sebenarnya di SPBU. Mereka berharap adanya penjelasan yang lebih terbuka agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
Rahman (45), warga Kecamatan Delta Pawan, mengatakan masyarakat kerap salah memahami kondisi distribusi BBM. Menurutnya, habisnya stok di warung eceran sering dianggap sebagai tanda kelangkaan, padahal pasokan di SPBU masih tersedia.
“Kalau minyak di warung eceran habis, banyak yang langsung mengira BBM sedang langka. Padahal, di SPBU stoknya masih tersedia dan masyarakat tetap bisa mengisi seperti biasa. Yang dibutuhkan sekarang adalah informasi yang jelas agar masyarakat tidak mudah panik,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Hal senada disampaikan Siti Aminah (38), warga Kecamatan Benua Kayong.
Ia menilai, keresahan masyarakat juga dipicu oleh keterbatasan akses menuju SPBU. Selain harus menempuh jarak yang cukup jauh, masyarakat juga harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
“Warung eceran sangat membantu, terutama bagi warga yang rumahnya jauh dari SPBU. Kalau stok di warung kosong, kami harus pergi ke SPBU dan mengantre berjam-jam. Kondisi itu tentu menyulitkan dan membuat masyarakat khawatir kebutuhan sehari-hari terganggu,” katanya.
Selain meminta penjelasan yang lebih terbuka mengenai kondisi distribusi BBM, masyarakat juga berharap Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dapat mencari solusi agar ketersediaan BBM di warung eceran tetap terjaga.
Harapan tersebut terutama ditujukan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari SPBU dan masih bergantung pada penjualan BBM eceran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Ahmad Fauzi (51) mengungkapkan bahwa pemerintah tidak hanya memastikan stok BBM di SPBU tetap aman, tetapi juga memperhatikan kemudahan akses masyarakat dalam memperoleh BBM.
“Kami berharap pemerintah bersama Hiswana Migas memberikan penjelasan yang terbuka mengenai kondisi distribusi BBM, sekaligus mencari solusi agar masyarakat yang tinggal jauh dari SPBU tetap mudah mendapatkan BBM. Warung eceran sangat membantu kebutuhan warga,” ungkapnya.
Dia berharap, pemerintah bersama Hiswana Migas meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM serta menyampaikan informasi secara berkala mengenai ketersediaan stok di setiap SPBU.
“Dengan komunikasi yang baik antara pemerintah, Hiswana Migas, pihak SPBU, dan masyarakat, kami berharap keresahan warga dapat diminimalkan. Informasi yang jelas dan distribusi yang lancar akan memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan BBM sehari-hari,” pungkasnya.













