Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

Di Tengah Semarak Persiapan MTQ XXXIV Kalbar 2026, Warga Kayong Utara Menjerit Kesulitan Mendapatkan BBM

31
×

Di Tengah Semarak Persiapan MTQ XXXIV Kalbar 2026, Warga Kayong Utara Menjerit Kesulitan Mendapatkan BBM

Sebarkan artikel ini

TopNews, Kayong Utara – Di tengah semarak persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026, masyarakat Kabupaten Kayong Utara masih dihadapkan pada persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), Rabu (22/07/2026).

Antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih terjadi ketika pemerintah daerah tengah bersiap menyambut ribuan tamu, kafilah, dan ofisial dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat yang akan mengikuti perhelatan tersebut.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk memperoleh BBM. Situasi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas para pekerja, pelaku usaha, nelayan, petani, hingga masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya pada kendaraan bermotor.

Salah seorang Pemuda Desa Rantau Panjang, Riyanda, mengatakan masyarakat menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kayong Utara sebagai tuan rumah MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Menurutnya, ajang tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan daerah sekaligus menunjukkan kesiapan Kayong Utara menjadi tuan rumah kegiatan berskala provinsi.

“Kami bangga Kabupaten Kayong Utara dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Ini merupakan kehormatan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan daerah kami kepada para tamu dari seluruh Kalimantan Barat,” ujar Riyanda.

Kendati demikian, ia berharap perhatian pemerintah daerah tidak hanya tertuju pada kelancaran penyelenggaraan MTQ, tetapi juga terhadap persoalan kelangkaan BBM yang masih dirasakan masyarakat.

Meski demikian keberhasilan menjadi tuan rumah tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan acara, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM kembali normal. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi harus mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar dan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan Novi Trianti, yang mengaku harus mengantre di SPBU Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, demi mendapatkan BBM.

Menurut Novi antrean kendaraan sudah terjadi sejak pagi sehingga warga harus menunggu selama berjam-jam tanpa kepastian kapan dapat mengisi bahan bakar.

“Saya datang sejak pagi dan tetap harus menunggu lama karena antreannya sangat panjang. Waktu kami banyak terbuang hanya untuk mendapatkan BBM, padahal masih ada pekerjaan dan keperluan lain yang harus diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, Siti mengaku kelangkaan BBM turut berdampak pada aktivitas keluarganya. Sulitnya memperoleh bahan bakar membuatnya kesulitan menjalankan rutinitas sehari-hari, termasuk mengantar anak ke sekolah.

“Kalau BBM sulit didapat, kami juga kesulitan mengantar anak ke sekolah dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami berharap kondisi ini segera kembali normal agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan,” tuturnya.

Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama Pertamina Patra Niaga dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata untuk menormalkan distribusi BBM.

Dengan demikian, pelaksanaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya sukses sebagai ajang syiar Islam, tetapi juga diiringi dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat serta pelayanan publik yang tetap berjalan dengan baik.